Kwon Eunbi 'Dejavu' (2026): Transformasi dari Ratu Waterbomb Menuju Musik yang Ingin Benar-Benar Didengar
Latar Belakang Comeback Kwon Eunbi
Kwon Eunbi, mantan member IZ*ONE yang debut lewat program survival "Produce 48", kembali menyapa publik lewat singel digital terbaru berjudul "Dejavu". Menurut laporan Korea JoongAng Daily, comeback ini menjadi karya musik pertama Kwon Eunbi dalam satu tahun empat bulan terakhir, sekaligus menjadi rilisan pertamanya sejak resmi bergabung dengan agensi baru, RBW.
Sejak IZ*ONE resmi bubar pada 2021, Kwon Eunbi terus melanjutkan karier solonya lewat EP "Open" (2021), "Lethality" (2022), serta singel "Sabotage" (2024). Ia juga dikenal luas sebagai "Ratu Musim Panas" atau "Waterbomb Goddess" setelah penampilannya di Waterbomb 2023 menjadi viral di media sosial, membuatnya kembali tampil di festival tersebut selama tiga tahun berturut-turut.
Proses Menuju Perilisan "Dejavu"
Rangkaian promosi "Dejavu" dimulai dengan pengumuman resmi pada 20 Agustus 2026, dilanjutkan dengan video logo motion pada 21 Agustus yang menampilkan suasana langit biru dan awan yang mengalir alami. Promosi kemudian berlanjut lewat dua putaran lookbook pada 23-24 Agustus, brand film pada 25 Agustus yang menampilkan Kwon Eunbi menghabiskan waktu di tengah suasana musim panas seperti padang hijau dan kolam renang yang disinari matahari, hingga empat rangkaian "Dejavu Frame" pada 26-31 Agustus sebelum akhirnya teaser video musik dirilis pada 1 September.
"Dejavu" resmi dirilis pada 3 September 2026 pukul 18.00 KST melalui berbagai platform musik digital. Menurut Soompi, video musik "Dejavu" menampilkan visual yang berkilau, melengkapi karakter lagu disco-pop yang segar dan sensual ini.
Konsep dan Makna "Dejavu"
Secara konsep besar, "Dejavu" melanjutkan tiga tema sebelumnya yang memiliki bunyi awal serupa, yaitu "Cliché", "Classic", dan "Closet", merangkai selera dan citra yang telah dibangun Kwon Eunbi selama bertahun-tahun menjadi satu alur cerita utuh. Alih-alih hanya berlarut dalam kenangan yang familiar, album ini menelusuri kembali waktu untuk menemukan sudut pandang baru, menghimpun momen-momen yang membentuk sosok Kwon Eunbi hari ini menjadi satu arsip yang utuh.
Sebagai title track, "Dejavu" merupakan lagu disco-pop yang segar dan sensual, dengan vokal Kwon Eunbi yang mengalun di atas bass yang ritmis dan gitar yang hidup, mengaburkan batas antara realita dan imajinasi sambil menggambarkan sensasi debaran yang singkat. Meski merupakan pertemuan pertama, lagu ini menggambarkan tarikan yang aneh namun familiar, seolah telah lama saling mengenal, dipadukan dengan debaran hati yang menyenangkan.
Beberapa fakta seputar "Dejavu":
• Dirilis 3 September 2026 pukul 18.00 KST melalui RBW • Menjadi rilisan pertama Kwon Eunbi sejak bergabung dengan RBW • Menandai perubahan gaya vokal dari karismatik bertenaga menuju nuansa dreamy • Melanjutkan konsep bertema "Cliché", "Classic", dan "Closet" sebelumnya
Kritik, Pencapaian, dan Opini terhadap "Dejavu"
Dari sisi kritik, "Dejavu" dipandang sebagai langkah penting Kwon Eunbi untuk memperluas identitas musikalnya di luar citra "Waterbomb Goddess" yang selama ini melekat kuat padanya. Dalam wawancara roundtable yang diikuti Korea JoongAng Daily menjelang perilisan, Kwon Eunbi secara terbuka mengungkapkan rasa syukurnya dikenal sebagai ikon musim panas, namun ia juga menegaskan keinginannya untuk tidak terus-menerus dibatasi oleh citra tersebut, berharap publik lebih mengenal keserbagunaan suaranya di balik karisma panggungnya selama ini.
Perubahan pendekatan vokal pada "Dejavu" turut menjadi sorotan menarik. Jika sebelumnya Kwon Eunbi lebih dikenal lewat lagu-lagu bertenaga dengan nada tinggi dan karisma yang kuat, kali ini ia sengaja menyesuaikan artikulasi dan intonasinya untuk menghadirkan nuansa yang lebih dreamy, sebuah eksperimen musikal baru yang menegaskan ambisinya untuk terus bertumbuh sebagai artis, bukan sekadar mengulang formula yang telah terbukti sukses sebelumnya.
Dari segi pencapaian, meski "Dejavu" bernuansa musim panas, Kwon Eunbi justru dengan percaya diri memilih merilisnya menjelang awal musim gugur, menganggap lagu ini lebih cocok dengan suasana senja awal musim gugur yang sejuk ketimbang teriknya pertengahan musim panas, sebuah keputusan berani yang menunjukkan kematangannya dalam mengambil arah kreatif sendiri. Ia juga menegaskan bahwa comeback kali ini lebih berfokus pada menghadirkan "Kwon Eunbi yang baru" ketimbang sekadar mengejar peringkat chart semata.
Secara pribadi, "Dejavu" adalah pernyataan yang matang dari seorang artis yang telah melalui dua belas tahun perjalanan karier penuh liku, mulai dari girl group Ye-A, IZ*ONE, hingga kini sebagai artis solo di bawah RBW. Filosofi "jika sempat terjatuh, tidak masalah, aku bisa bangkit lagi" yang ia sampaikan mencerminkan kedewasaan sikap yang jarang diungkapkan seterbuka ini oleh idola K-pop. Keberanian mengubah gaya vokal serta memilih waktu rilis yang tidak konvensional menunjukkan bahwa Kwon Eunbi kini lebih mengutamakan kejujuran artistik ketimbang sekadar memenuhi ekspektasi pasar, menjadikan "Dejavu" sebagai salah satu comeback solo paling personal dan reflektif yang ia rilis sejauh ini.
FAQ Seputar Lagu "Dejavu" Kwon Eunbi
Kapan lagu "Dejavu" milik Kwon Eunbi dirilis?
"Dejavu" dirilis pada 3 September 2026 pukul 18.00 KST, menjadi rilisan musik pertama Kwon Eunbi sejak bergabung dengan agensi baru, RBW.
Apa genre musik yang diusung "Dejavu"?
"Dejavu" merupakan lagu disco-pop yang segar dan sensual, dengan vokal yang mengalun di atas bass ritmis dan gitar yang hidup.
Mengapa Kwon Eunbi mengubah gaya vokalnya di lagu ini?
Ia sengaja menyesuaikan artikulasi dan intonasi untuk menghadirkan nuansa yang lebih dreamy, berbeda dari gaya bertenaga dengan nada tinggi yang biasa ia tampilkan sebelumnya.
Apa konsep besar di balik "Dejavu"?
"Dejavu" melanjutkan konsep dari tiga tema sebelumnya, "Cliché", "Classic", dan "Closet", merangkai citra dan selera yang telah dibangun Kwon Eunbi menjadi satu arsip cerita yang utuh.
Mengapa Kwon Eunbi tidak ingin terus dikenal sebagai "Waterbomb Goddess"?
Meski bersyukur dikenal sebagai ikon musim panas, ia ingin publik lebih mengenal keserbagunaan suaranya sebagai musisi, bukan hanya penampilan panggungnya di festival.
Apa pesan yang ingin disampaikan Kwon Eunbi lewat comeback ini?
Ia ingin menceritakan kisah bangkit setelah terjatuh, dengan filosofi bahwa sesekali terjatuh bukan masalah besar karena ia selalu bisa bangkit kembali.
Apa karier solo Kwon Eunbi sebelum "Dejavu"?
Sebelum "Dejavu", Kwon Eunbi merilis EP "Open" (2021), "Lethality" (2022), dan singel "Sabotage" (2024) setelah IZ*ONE resmi bubar pada 2021.