BLACKPINK 'JUMP' (2025)

BLACKPINK 'JUMP' (2025)

BLACKPINK 'JUMP' (2025): Comeback Reuni Setelah Tiga Tahun Sibuk dengan Karier Solo

Pada 11 Juli 2025, BLACKPINK resmi merilis "JUMP" (뛰어) melalui YG Entertainment sebagai lagu utama dari EP Korea ketiga mereka, Deadline. Lagu ini menjadi comeback grup pertama sejak "The Girls" pada 2023, sekaligus penanda reuni penting setelah ketiga tahun para anggotanya sibuk dengan proyek solo masing-masing, mulai dari album Jennie, EP Rosé dan Jisoo, hingga comeback solo Lisa di bawah label baru mereka masing-masing.
BLACKPINK 'JUMP' (2025)

Latar Belakang dan Proses Produksi

"JUMP" ditulis oleh Teddy Park bersama Diplo, 24, Zikai, Claudia Valentina, Jumpa, Malachiii, dan Jesse Bluu, dengan produksi oleh Diplo, 24, Boaz van de Beatz, Zecca, dan Ape Drums. Lagu ini direkam di studio The Black Label, Seoul, pada Mei hingga Juni 2025, dan mengusung genre hardstyle, Eurodance, serta dance-pop yang memadukan unsur club music, techno, dan EDM, menjadi perubahan arah musikal yang cukup drastis dari gaya pop yang lebih dominan pada karya-karya BLACKPINK sebelumnya.
Lagu ini pertama kali diperkenalkan secara langsung kepada publik saat pembukaan Deadline World Tour di Stadion Goyang, Korea Selatan, pada 5 Juli 2025, sebelum akhirnya dirilis secara resmi enam hari kemudian. Riff gitar pembuka lagu ini yang terasa sinematik, mengingatkan pada nuansa film western, menjadi salah satu elemen yang banyak dibicarakan penggemar sejak awal perilisannya. Video musiknya sendiri disutradarai oleh Dave Meyers, sineas berpengalaman yang telah menggarap video musik berbagai artis global ternama.
BLACKPINK 'JUMP' (2025)
BLACKPINK 'JUMP' (2025)

Pencapaian yang Kukuhkan Dominasi BLACKPINK di Billboard Global

Sebagai comeback reuni setelah tiga tahun vakum, "JUMP" mencatatkan sederet pencapaian yang mengesankan:
  • Menjadi lagu ketiga BLACKPINK yang menduduki posisi pertama Billboard Global 200, menyusul "Shut Down" pada 2022 dan "Pink Venom" pada tahun yang sama, dengan raihan 123 juta streaming dan 14.000 penjualan digital di seluruh dunia.
  • Menduduki posisi keempat Billboard Global Excl. US Chart, menjadikan BLACKPINK sebagai grup wanita dengan jumlah lagu nomor satu terbanyak dalam sejarah tangga lagu tersebut.
  • Menjadi lagu pertama dalam lebih dari empat bulan yang berhasil menembus 100 juta streaming global secara serentak di berbagai platform.
  • Menduduki posisi puncak tangga lagu di Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam, serta masuk sepuluh besar di berbagai negara termasuk Jerman, Jepang, Belanda, dan Indonesia.
  • Video musiknya menembus 100 juta penayangan YouTube hanya dalam dua minggu sejak perilisan.
  • Menduduki posisi pertama tangga lagu mingguan Spotify Global, menyusul pencapaian serupa yang sebelumnya diraih "Shut Down", sekaligus bertahan di posisi puncak tangga lagu harian selama enam hari berturut-turut.
  • Mencapai posisi ke-18 UK Official Singles Chart, menjadi posisi tertinggi yang pernah diraih BLACKPINK di tangga lagu tersebut hingga saat itu.
Rentetan pencapaian ini menegaskan bahwa meski masing-masing anggota telah membangun kesuksesan besar secara individu, reuni BLACKPINK sebagai grup tetap mampu menghasilkan dampak yang sangat besar di berbagai tangga lagu internasional, membuktikan bahwa kekuatan kolektif grup ini tidak tergantikan oleh popularitas solo masing-masing personelnya.

Bagian dari Deadline World Tour yang Megah

"JUMP" menjadi lagu pembuka yang sangat berkesan dalam rangkaian Deadline World Tour, tur konser reuni BLACKPINK yang mencakup 16 kota dengan total 31 pertunjukan, menyusul kesuksesan besar Born Pink World Tour sebelumnya yang terjual lebih dari 1,8 juta tiket di 66 pertunjukan. Tur ini turut menampilkan penampilan solo dari masing-masing anggota, termasuk "Like Jennie" dan "APT.", sebelum kembali bersatu untuk menampilkan lagu-lagu grup.
BLACKPINK 'JUMP' (2025)

Kritik terhadap "JUMP"

Meski meraih banyak pencapaian komersial, "JUMP" turut menerima sejumlah catatan kritis dari pengamat musik. Sebagian kritikus menilai perubahan arah musikal yang drastis menuju genre hardstyle dan Eurodance ini sebagai langkah yang cukup berisiko, mengingat basis penggemar BLACKPINK sudah terlanjur lekat dengan formula trap dan hip-hop yang menjadi ciri khas mereka sejak debut pada 2016.
Selain itu, comeback ini juga sempat diiringi spekulasi di kalangan penggemar mengenai keharmonisan hubungan antar anggota, setelah beberapa insiden kecil selama tur berlangsung memicu rumor keretakan, yang kemudian ditepis langsung oleh Jennie di atas panggung saat pertunjukan di Toronto. Namun demikian, momentum pencapaian chart yang luar biasa membuktikan bahwa antusiasme penggemar terhadap reuni grup ini tetap sangat tinggi, terlepas dari berbagai spekulasi yang beredar.

Pujian dari Media Musik Internasional

Billboard menggambarkan "JUMP" sebagai anthem berenergi tinggi, sementara NME asal Inggris merekomendasikan penonton untuk menyaksikan video musiknya yang dipenuhi energi intens dan adiktif. Pujian dari kedua media musik ternama ini menegaskan bahwa eksperimen genre baru yang diusung BLACKPINK dalam comeback ini berhasil diterima dengan baik oleh kritikus musik internasional.
BLACKPINK 'JUMP' (2025)

Opini: Bukti Kekuatan Kolektif di Tengah Kesuksesan Solo

"JUMP" dapat dilihat sebagai bukti nyata bahwa kekuatan BLACKPINK sebagai sebuah grup tetap tidak tergantikan, meski masing-masing anggotanya telah meraih kesuksesan besar secara individu selama tiga tahun terakhir. Keputusan untuk kembali bersatu dan menghadirkan eksperimen genre yang benar-benar baru menunjukkan bahwa BLACKPINK tidak ingin sekadar mengulang formula lama, melainkan terus berusaha menghadirkan sesuatu yang segar bagi penggemar setia mereka.
Pencapaian sebagai grup wanita dengan lagu nomor satu terbanyak di Billboard Global Excl. US Chart menegaskan bahwa basis penggemar global BLACKPINK justru semakin solid seiring berjalannya waktu, bahkan setelah masa hiatus yang cukup panjang. Hal ini membuktikan bahwa strategi memberikan ruang bagi setiap anggota untuk berkembang secara individu, sebelum akhirnya kembali bersatu, terbukti menjadi pendekatan yang saling menguntungkan bagi kesuksesan jangka panjang BLACKPINK sebagai sebuah grup.
BLACKPINK 'JUMP' (2025)
BLACKPINK 'JUMP' (2025)

Pertanyaan Seputar BLACKPINK "JUMP"

Kapan "JUMP" dirilis?

"JUMP" dirilis pada 11 Juli 2025 sebagai lagu utama dari EP Korea ketiga BLACKPINK, Deadline, setelah pertama kali ditampilkan di pembukaan Deadline World Tour pada 5 Juli 2025.

Siapa yang menulis dan memproduksi lagu ini?

Lagu ini ditulis oleh Teddy Park bersama Diplo, 24, dan sejumlah penulis lain, dengan produksi oleh Diplo, 24, Boaz van de Beatz, Zecca, dan Ape Drums.

Apa pencapaian terbesar "JUMP"?

Lagu ini menjadi lagu ketiga BLACKPINK yang menduduki posisi pertama Billboard Global 200, sekaligus menjadikan mereka grup wanita dengan lagu nomor satu terbanyak di Billboard Global Excl. US Chart.

Apa hubungan "JUMP" dengan Deadline World Tour?

"JUMP" pertama kali ditampilkan secara langsung pada malam pembukaan Deadline World Tour di Stadion Goyang, Korea Selatan, sebelum dirilis secara resmi enam hari kemudian.

Kesimpulan

"JUMP" adalah bukti nyata bahwa reuni BLACKPINK setelah tiga tahun berkarier solo tetap mampu menghadirkan dampak besar di kancah musik global. Dengan rekor Billboard, Spotify, dan YouTube yang mengesankan, serta pujian dari media musik internasional, lagu ini menjadi penanda penting kembalinya BLACKPINK sebagai kekuatan kolektif yang tidak tergantikan di industri musik dunia.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url