H1-KEY 'Let It Burn' (2024)

H1-KEY - LET IT BURN (2024)

H1-KEY 'Let It Burn' (2024): Sisi Pemberontak yang Membara dari Grup "Penghibur"

Selama ini H1-KEY dikenal lewat lagu-lagu yang hangat dan menghibur. Namun pada Juni 2024, mereka mengejutkan banyak orang dengan lagu yang jauh lebih garang. H1-KEY 'Let It Burn' (2024) menampilkan sisi pemberontak yang gelap, panas, dan penuh tenaga, tanpa meninggalkan jati diri yang membuat mereka dicintai.

H1-KEY LET IT BURN (2024)

Latar Belakang: Comeback Pertama dalam Empat Bulan

"Let It Burn" (뜨거워지자, kurang lebih berarti "mari menjadi panas" atau "mari membara") dirilis pada 19 Juni 2024 pukul 18.00 KST sebagai lagu utama mini album ketiga H1-KEY, LOVE or HATE. Menurut Soompi, ini adalah comeback pertama grup dalam sekitar empat bulan, setelah merilis single digital "Thinkin' About You" dan "Deeper" sebagai bagian dari proyek "H1-KEYnote" di awal tahun.

Isi Mini Album

Mini album ini berisi empat lagu: "Let It Burn", "♥ Letter", "Iconic" (나를 위한, 나에 의한, 나만의 이야기), dan "Rainfalls" (국지성호우). Album dirilis di bawah GLG dan Sony Music Korea. Hong Ji-sang, komposer di balik "Rose Blossom" dan beberapa rilisan H1-KEY lainnya, kembali memproduseri lagu utamanya (sumber: Korea JoongAng Daily).

Showcase di Yongsan

Pada hari rilis, H1-KEY menggelar showcase untuk media di Blue Square Mastercard Hall, Yongsan, Seoul. Di sana para anggota menjelaskan konsep baru mereka dan menampilkan lagu utamanya untuk pertama kali.

H1-KEY LET IT BURN (2024)

Konsep dan Nuansa Musik

Menurut Soompi, "Let It Burn" memadukan suara grunge rock yang berat dan agresif dengan ritme hip-hop boom bap yang groovy. Campuran yang tidak biasa ini memberi lagu energi yang liar tetapi tetap enak dinikmati. Para anggota menggambarkan gayanya sebagai "rock-chic", dengan busana serba merah dan hitam yang terinspirasi dari era 1970-an dan 1980-an.

Pesan Lagu

Yel menjelaskan bahwa lagu ini menggambarkan semangat membara dan tekad untuk terus "panas", bahkan jika pada akhirnya terbakar menjadi abu. Hwiseo menambahkan bahwa pemberontakan dan sikap menentang adalah bagian dari diri mereka, sama halnya dengan sisi yang lebih lembut, dan sisi itu juga layak dicintai (sumber: Korea JoongAng Daily via Daum).

Koreografi dan Video Musik

Koreografi lagu utama sebagian besar diciptakan oleh Lia Kim, penari dan koreografer terkenal. Video musiknya disutradarai oleh High Quality Fish, yang juga menggarap video aespa "Drama" dan (G)I-DLE "TOMBOY" serta "Super Lady", menurut laporan MTN. Suasananya aneh dan dingin, dengan cerita yang mengingatkan pada film remaja yang panas, serta kemunculan maskot grup, Benik, di berbagai bagian.

H1-KEY LET IT BURN (2024)

Kritik: Kekuatan dan Kelemahan

Kekuatan

Pertama, keberanian bereksperimen. Berpindah dari kehangatan "Rose Blossom" dan retro "SEOUL" ke grunge rock yang garang adalah langkah yang tidak biasa, dan mereka melakukannya dengan percaya diri. Kedua, pesannya tetap tulus. Riina menegaskan bahwa meski lebih gelap, ini bukan kejutan alur cerita, melainkan kelanjutan dari kisah yang sama tentang masa muda dan pengalaman sehari-hari. Ketiga, produksi yang padat. Kombinasi boom bap dan rock memberi tekstur yang unik, sementara koreografi Lia Kim menambah bobot penampilan panggung. Ulasan The K Meal bahkan menyebut lagu ini sebagai lagu rock yang keren dengan hook yang enak dan pesan tentang membakar hal-hal yang tidak baik.

Kelemahan

Di sisi lain, ada beberapa catatan. Penggemar yang jatuh cinta pada kelembutan "Rose Blossom" mungkin merasa lagu ini terlalu jauh dari kenyamanan yang mereka cari. Genre grunge dan rock-chic juga merupakan wilayah yang ramai di K-pop, sehingga lagu ini membutuhkan eksekusi yang kuat agar tidak terasa seperti tren belaka. Terakhir, perubahan nada yang mendadak berisiko membuat identitas grup terasa kurang jelas bagi pendengar baru.

Namun, melihat respons penggemar dan konsistensi pesannya, kekhawatiran itu tampaknya tidak terlalu berat.

H1-KEY LET IT BURN (2024)

Pencapaian "Let It Burn" (2024)

Respons Chart Domestik

Menurut laporan MTN, sehari setelah rilis, "Let It Burn" masuk peringkat 15 di Melon Hot 100 (berdasarkan 30 hari rilis) dan menempati jajaran atas tangga lagu real-time Genie dan Bugs. Video musiknya melampaui 2,7 juta tayangan pada pagi 21 Juni, kurang dari dua hari setelah dirilis (sumber: MTN).

Capaian Global

Di luar negeri, mini album ini masuk jajaran atas tangga album iTunes di enam negara, termasuk Turki, Singapura, dan Jerman, serta tangga album Apple Music di Laos, Turki, dan Thailand. Banyak pendengar memuji lagu ini dengan komentar yang menyebutnya sebagai kelanjutan dari semangat "Rose Blossom" dan tanda pertumbuhan grup.

Penjualan Album

Menurut diskografi Wikipedia, LOVE or HATE mencapai peringkat 21 di tangga album Korea dengan penjualan tercatat sekitar 19.246 kopi (sumber: Wikipedia). Angka ini lebih rendah dibanding Seoul Dreaming (77.524 kopi), tetapi tetap menunjukkan basis penggemar yang bertahan dan stabil.

Kebangkitan Kembali di 2025

Menariknya, ketika H1-KEY merilis mini album keempat Lovestruck pada Juni 2025, media melaporkan bahwa popularitas "Let It Burn" kembali terlihat bersama "Rose Blossom", dengan tanda-tanda kebangkitan baru. Itu menunjukkan bahwa lagu ini memiliki daya tahan yang tidak sebatas masa promosinya.

Opini Penulis: Bukti Bahwa Mereka Tidak Terjebak Satu Citra

Nilai terbesar "Let It Burn" adalah kebebasan bereksperimen yang berhasil. Setelah sukses besar dengan citra "penghibur", mudah bagi grup untuk bermain aman dan mengulang formula yang sama. H1-KEY memilih mengambil risiko, dan hasilnya tetap terasa seperti mereka. Itu menunjukkan bahwa identitas mereka lebih dalam daripada sekadar satu genre.

Panas yang Tetap Hangat

Ada kesan paradoks yang menarik. Lagu tentang membakar dan memberontak ini dibawakan oleh grup yang dikenal menyuguhkan kenyamanan. Saya memandangnya sebagai bukti bahwa kehangatan dan kemarahan bukan dua hal yang bertentangan, melainkan dua sisi dari orang yang sama.

Rekomendasi

Dengarkan "Let It Burn" saat Anda ingin melepaskan penat atau sedang butuh energi untuk berolahraga. Jika Anda ingin merasakan sisi lembut mereka, lanjutkan ke "Rainfalls", yang digambarkan sebagai lagu penghibur di hari-hari sulit.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Kapan "Let It Burn" H1-KEY dirilis?

Lagu ini dirilis pada 19 Juni 2024 pukul 18.00 KST bersama mini album ketiga LOVE or HATE.

Apa arti judul Korea "뜨거워지자"?

Kurang lebih berarti "mari menjadi panas" atau "mari membara".

Apa genre "Let It Burn"?

Grunge rock yang berat dan agresif, dipadukan dengan ritme hip-hop boom bap yang groovy.

Siapa yang membuat koreografi "Let It Burn"?

Sebagian besar dibuat oleh Lia Kim.

Seberapa sukses "Let It Burn"?

Sehari setelah rilis, lagu ini masuk peringkat 15 di Melon Hot 100 (berdasarkan 30 hari) dan menempati jajaran atas Genie dan Bugs. Mini albumnya mencapai peringkat 21 di tangga album Korea dengan sekitar 19.246 kopi tercatat.

Ada berapa lagu di album LOVE or HATE?

Empat lagu: "Let It Burn", "♥ Letter", "Iconic", dan "Rainfalls".

Kesimpulan

H1-KEY 'Let It Burn' (2024) adalah bukti bahwa sebuah grup bisa tumbuh tanpa kehilangan dirinya. Dengan perpaduan grunge rock dan boom bap, pesan pemberontakan yang jujur, serta sambutan yang hangat dari pendengar, lagu ini menegaskan bahwa H1-KEY tidak berhenti di satu citra. Bagaimana menurut Anda, apakah sisi garang atau sisi hangat H1-KEY yang lebih Anda sukai? Tuliskan di kolom komentar dan bagikan artikel ini kepada sesama penggemar K-pop.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url