aespa 'ARMAGEDDON' (2024)

aespa ARMAGEDDON(2024)

aespa 'ARMAGEDDON' (2024): Title Track Kedua yang Memecah Pendapat di Tengah Kesuksesan "Supernova"

aespa ARMAGEDDON(2024)

Latar Belakang Perilisan "Armageddon"

"Armageddon" adalah title track kedua sekaligus lagu pamungkas dari album studio penuh pertama aespa yang berjudul sama, dirilis pada 27 Mei 2024 melalui SM Entertainment dan Kakao. Menurut Wikipedia, SM Entertainment pertama kali mengonfirmasi rencana perilisan album studio penuh ini pada 8 Februari 2024, sebelum akhirnya pada 22 April diumumkan bahwa album ini akan menampilkan dua title track sekaligus, "Supernova" yang dirilis lebih dulu pada 13 Mei, dan "Armageddon" yang menyusul bersamaan dengan album penuhnya pada 27 Mei.
Perilisan album ini disambut dengan showcase media di Blue Square Mastercard Hall, Yongsan-gu, Seoul, pada sore hari sebelum album resmi dirilis pukul 18.00. Album "Armageddon" hadir dalam dua puluh dua versi fisik berbeda, mencakup dua versi Authentic, lima versi My Power, empat versi Superbeing, empat versi Poster, serta versi Zine, CDP, LP, dan empat versi SMini individual, menegaskan skala besar comeback ini.
aespa ARMAGEDDON(2024)

Konsep "Era Kecerdasan Buatan" dalam "Armageddon"

Sebagai title track, "Armageddon" mengusung genre hip-hop dan dance berdurasi 3 menit 16 detik, ditulis oleh Bang Hye-hyun dengan komposisi oleh Ejae, Sumin, Waker dari 153/Joombas, dan No Identity. Menurut laporan Korea JoongAng Daily, album ini menjadi tanggapan aespa terhadap era kecerdasan buatan yang semakin mendominasi, dengan member Ningning menjelaskan bahwa meski sempat tertawa melihat adegan bertema AI dalam video musiknya, ia menyadari bahwa AI tidak akan pernah mampu meniru ekspresi maupun kehangatan manusia yang sesungguhnya.
Album ini terdiri dari sepuluh lagu:
1. Supernova — Title Track
2. Armageddon — Title Track
3. Set The Tone
4. Mine
5. Licorice
6. Bahama
7. Long Chat
8. Prologue
9. Live My Life
10. Melody
aespa ARMAGEDDON(2024)

Kritik, Pencapaian, dan Opini terhadap "Armageddon"

Dari sisi kritik, "Armageddon" justru menuai penilaian yang jauh lebih terbelah dibandingkan "Supernova" yang lebih dulu mendapat sambutan global yang sangat positif. Ulasan dari The Bias List menyebut bahwa jika "Supernova" merangkul maksimalisme khas K-pop dengan sempurna, "Armageddon" justru menarik diri ke arah perpaduan hip-hop era lama dengan gaya yang mengingatkan pada NCT, sebuah pilihan yang menurut penulisnya lebih sulit dicerna. Beat yang berat dan reff yang monoton dinilai kurang menarik, meski frasa hook yang memanjang tetap memberikan kesan khas tersendiri.
Menariknya, ulasan yang sama justru memuji penampilan vokal dalam "Armageddon" sebagai lebih unggul dibandingkan "Supernova", dengan para member berhasil menambahkan run dan ornamen vokal yang memberikan sentuhan personal, serta jembatan lagu yang dramatis memberikan sekilas energi yang lebih menggigit. Meski begitu, ulasan tersebut tetap menyimpulkan bahwa "Armageddon" menjadi title track aespa yang paling kurang disukai penulisnya hingga saat itu, meski tetap mengakui bahwa penilaian ini murni soal selera pribadi. Komentar pembaca pun beragam, sebagian mengaku kesulitan menikmati lagu ini secara utuh, namun tetap memuji video musiknya sebagai bagian terbaik dari keseluruhan paket.
Dari segi pencapaian, terlepas dari perbedaan pendapat kritikus, album "Armageddon" tetap mencatatkan hasil komersial yang luar biasa. Berdasarkan laporan The Korea Times, album ini terjual 1,15 juta kopi dalam minggu pertama, menjadikannya rilisan keempat aespa berturut-turut yang meraih status "juta penjualan". Strategi dual title track ini turut dijelaskan pihak label sebagai bagian dari perluasan konsep multiverse aespa, di mana "Supernova" berfungsi meningkatkan aksesibilitas bagi pendengar baru, sementara "Armageddon" berperan menonjolkan gaya musik unik yang menjadi identitas khas aespa.
Secara pribadi, "Armageddon" adalah contoh menarik tentang bagaimana strategi dual title track dapat memberikan ruang bagi sebuah grup untuk bereksperimen dengan warna musik yang lebih berani, meski risikonya adalah menuai penilaian kritis yang lebih beragam dibandingkan lagu pendampingnya yang lebih mudah diterima secara universal. Meski "Armageddon" mungkin tidak semenarik "Supernova" dari sisi kepopuleran global, kekuatan penampilan vokal dan keberanian eksplorasi musikalnya tetap menjadi nilai tambah tersendiri bagi diskografi aespa, menegaskan bahwa mereka tidak takut mengambil risiko artistik bahkan di tengah puncak kesuksesan komersial mereka.
aespa ARMAGEDDON(2024)

FAQ Seputar Lagu "Armageddon" aespa

Kapan lagu "Armageddon" milik aespa dirilis?

"Armageddon" dirilis pada 27 Mei 2024 sebagai title track kedua dari album studio penuh pertama aespa yang berjudul sama, bersamaan dengan perilisan album penuhnya.

Siapa yang menulis dan mengomposisi lagu "Armageddon"?

Lagu ini ditulis oleh Bang Hye-hyun, dengan komposisi oleh Ejae, Sumin, Waker dari 153/Joombas, dan No Identity.

Apa saja lagu dalam album "Armageddon"?

Album ini berisi sepuluh lagu, yaitu "Supernova", "Armageddon", "Set The Tone", "Mine", "Licorice", "Bahama", "Long Chat", "Prologue", "Live My Life", dan "Melody".

Apa tema besar yang diusung album "Armageddon"?

Album ini menjadi tanggapan aespa terhadap era kecerdasan buatan, menegaskan bahwa AI tidak dapat meniru ekspresi maupun kehangatan manusia yang sesungguhnya.

Bagaimana tanggapan kritikus terhadap "Armageddon"?

Tanggapan cukup terbelah; The Bias List menilai lagu ini kurang menarik dari sisi melodi meski memuji penampilan vokal yang lebih unggul dibandingkan "Supernova".

Bagaimana pencapaian penjualan album "Armageddon"?

Album ini terjual 1,15 juta kopi dalam minggu pertama, menjadikannya rilisan keempat aespa berturut-turut yang meraih status "juta penjualan".

Mengapa aespa memilih strategi dual title track untuk album ini?

Menurut pihak label, "Supernova" berfungsi meningkatkan aksesibilitas bagi pendengar baru, sementara "Armageddon" menonjolkan gaya musik unik yang menjadi identitas khas aespa.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url